Kamis, 19 Juli 2012

JB FF - I Love You My Super Idol Im Jae Bum Part 3 (END


Tittle: I Love You My Super Idol Im Jae Bum Part 3/End
Theme : Romance, Comedy
Author : Widia Apriyanti
*Annyeonghaseo!!
Ini adalah part terakhir dari FF saya I LOVE YOU MY SUPER IDOL IM JAE BUM! Sekaligus FF Chapter pertama saya yang selesai!
Saya sangat berterima kasih pada reader-reader sekalian yang sudah bersedia membaca FF saya yang sangat nggak jelas ini.
Bagi yang belum membaca part 1 & 2 bisa kalian cari di page ini.



 Cast:
Jang Young Ah. or You

TTL : Seoul, 10 April *hohoho pakek tanggal lahir author gak apa2 ya? Ganti sama tgl lahir kamu juga gpp
Hobi : Nggak punya hobi khusus kecuali baca komik/ majalah, nonton drama dan denger music
Hal yang tidak disukai : Im Jae Bum
Hal yang di sukai : Im Jae Bum juga hehehe
Hal yang di takuti : Hantu
Warna favorite : Semua suka, khusunya Pink Rose, White dan Hitam
Makanan favorite : Semua suka! Hohoho
Karakter : Baik, Jago berkelahi, Pintar, Jaim, Agak angkuh, Polos, Tidak suka di atur dan sifatnya suka berubah-ubah.
Fakta:
*Fans fanatic dari JB JJ Project.
*Anak seorang pengusaha dekorasi terbesar di Asia.
*Putri tunggal
*Paling geli sama kodok dan cicak
*Suka musim dingin.

Im Jae Bum. or JB

TTL : Seoul, 6 Januari *Asli lohh*
Hobi : Mempermainkan Jang Young Ah nan chagia~~ ohoho #Young Ah Say : Ya!!!!”#
Hal yang di sukai : Semuanya suka terutama Jang Young Ah.
Hal yang tidak disukai : Makanan yang terlalu pedas
Hal yang di takuti : Tendangan Young Ah
Warna favorite : Semua suka
Makanan favorite : Semua suka
Karakter : Genius, Baik, Agak Narsis, Suka menjahili Young Ah.
Fakta:
*Ngefans sama Junho 2PM
*Anak seorang pengusaha kain terbesar di Asia dan Eropa
*Putra tunggal
*Suka musim semi



----------------FLASHBACK PART 2------------- 

                Karena bosan JB pun mengeluarkan PSP-nya dan mulai bermain game. Hal itu pun menarik perhantian Young Ah lalu mendekatkan kepalanya ke PSP JB.


                “Ya!! Jauhkah kepalamu! Aku tidak bisa melihatnya pabo!!”
                “Aishhh!! Ini permainan apa? Pinjami aku!! Ne? Ne? Ne?”Ucap Young Ah sambil mengguncang-guncangkan lengan JB.
                “Ya! Hentikan! Aku tidak bisa berkonsentrasi!”Ucap JB agak berteriak.
                “Pinjami aku Jae Bum!! Jebal!!”Ucap Young Ah masih mengguncang-guncangkan lengan JB.
                “Shireo!!! Aku baru saja memainkannya!!”Ucap JB.
                “Aishh!! Jinjja!!! Joha! Kalau kau kalah aku yang akan memainkannya, eotte??”
                “Ne ne… Terserah padamu!”Ucap JB sambil tetap melihat ke layar PSP-nya. Young Ah pun mendekatkan kepalanya ke JB untuk melihat apa yang dilihat oleh JB.
                “Itu! Itu!!”Ucap Young Ah sedikit berteriak di sebelah telinga JB.
                “Aishh!! Kau ini neomu paboya!!”Lanjut Young Ah lagi. JB pun merasa terganggu karena teriakan-teriakan Young Ah.
                “Ya! Diam!!”Bentak JB lalu menoleh ke arah Young Ah. Wajah mereka sangat dekat dan mereka hanya diam menatap mata orang di depannya. Tidak lama kemudian terdengar suara Game Over dari PSP JB dan hal itu pun memalingkan pandangan keduanya.

                “O! Game Over…”Ucap JB canggung.
                “Hmm.. Ne… Kau benar… Kemarikan! Giliranku…”Ucap Young Ah tidak kalah canggung lalu mengambil PSP dari tangan JB. JB pun hanya menatap Young Ah sebentar lalu memalingkannya ke luar jendela.


--------FlashBack Part 2-------



---------------PART 3 START------------



@3 Jam Kemudian


                 Akhirnya mereka sudah sampai di tempat camping. Appa Young Ah, JB dan appa JB langsung memasang tenda. Sedangkan Young Ah, eommanya dan eomma JB sedang menyiapkan makan siang.


               “Selesai!!”Ucap JB setengah berteriak.

                “Ya! Ayo makan siang!”Teriak Young Ah.
                “Ne ne…”Jawab JB lalu berjalan mendekati Young Ah.
                “Ige mwoya?”Tanya JB ketika melihat semangkuk penuh makanan berwarna merah menyala.
                “Itu sup”Jawab Young Ah.
                “Sup? Sepertinya pedas sekali”Ucap JB sambil mengernyitkan hidungnya.
                “Tidak pedas. Coba ini”Ucap Young Ah sambil menyuapi JB dengan sesendok penuh sup.
                “Hmm… Enaakkk….”Ucap JB lalu mengambil sendok yang ada di tangan Young Ah dan mengambil sesendok sup lagi.
                “Ya! Nanti anjumma dan ajusshi tidak kebagian!”Ucap Young Ah sambil memukul lengan JB.
                “Aishhh… Ne ne….”Jawab JB lalu menggigit sendok yang di pegangnya tadi. Orang tua JB dan Young Ah hanya tertawa melihat tingkah anak-anaknya itu.
                “Hahaha… Gwenchana Young Ah… Biarkan dia memakan masakanmu.”Ucap eomma JB.
                “Mwo? Ini masakannya??”Tanya JB sambil menunjuk ke arah Young Ah.
                “Memangnya kau kira siapa hah??”Ucap Young Ah.
                “Neo??”Tanya JB lagi.
                “Wae??”Ucap Young Ah balik bertanya.
                “Anni… Berikan aku satu mangkuk!”Ucap JB.
                “Aishh….”Gumam Young Ah  lalu mengambilkan satu mangkuk sup untuk JB.
                “Ini! Kau harus menghabisakannya karena-----“Ucapan  Young Ah di potong oleh JB.
                “Kau tidak suka kalau masakanmu ada sisanya kan? Arrasseo….”Ucap JB.
                “Ne….”Jawab Young Ah. JB pun mengambil semangkuk sup yang di pegang Young Ah lalu pergi ke dekat tenda.
                “Young Ah. Ini makanlah…”Ucap eomma JB sambil memberikan semangkuk sup berwarna merah.
                “Ahh… Ne… Kamshamnida anjumma…”Ucap Young Ah sambil tersenyum lalu mencari tempat untuk makan. Akhirnya Young Ah memilih untuk makan di bawah sebuah pohon yang cukup besar. Young Ah makan sambil terus memperhatikan JB yang ada di depan tenda. Tiba-tiba JB melihat ke arah Young Ah dan memiringkan kepalanya kemudian tersenyum.  Young Ah pun menjadi salah  tingkah karena ketahuan sedang memperhatikan JB dan langsung menundukkan kepalanya. Ketika sedang melihat ke bawah. Young Ah tidak sengaja melihat ke arah mangkuk supnya yang ternyata telah kosong dari tadi.

                “O?! Habis??”Gumam Young Ah. Dan ketika Young Ah berusaha berdiri tiba-tiba JB berada di depannya dan membuat Young Ah terjatuh ke tanah.

                “Aww!!! Appo~~”Ucap Young Ah.
                “Hahahahahaha”Seketika tawa JB meledak ketika melihat calon istrinya itu terjatuh.
                “YA!!!”Teriak Young Ah sambil mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat JB.
                “Hahaha… Mian… Gwenchana??”Tanya JB lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Young Ah. Ketika Young Ah menaruh tangannya di telapak tangan JB, JB langsung menariknya dan jarak mereka pun sangat dekat.

                “Ya! Jae Bum! Minggir!”Ucap Young Ah setengah berteriak. Tapi JB tidak mau menyingkir.
                “Minggir!!”Bentak Young Ah lalu mendorong JB. JB pun jatuh ke tanah.
                “Ya!!!”Teriak JB.
                “O! Mian!! Gwenchana??!!”Ucap Young Ah lalu berusaha mengangkat tubuh JB. Tapi JB malah menarik Young Ah hingga jatuh di atasnya. Tentu saja Young Ah kaget dan langsung berdiri. Wajahnya sudah sangat merah. Setelah berdiri Young Ah pun langsung pergi meninggalkan JB yang masih tergeletak di tanah.
                “HAHHAAHAHAHAHA”Tawa JB pun meledak melihat ekspresi Young Ah tadi.


@MALAMNYA



                JB baru saja selesai menyalakan api unggun untuk menghangatkan suasana.

                “Ah! Ne! Kita lakukan sekarang saja acara utamanya!”Ucap appa JB.
                “Ne?”Tanya Young Ah dan JB berbarengan.
                “Kau benar!”Jawab appa Young Ah.
                “Acara apa eomma?”Tanya JB pada eommanya.
                “Pertunangan kalian…”Jawab eomma JB.
                “Ooo…”Ucap JB dan Young Ah berbarengan.
                “Ne??!!!”Ucap Young Ah setengah berteriak setelah sadar apa yang di ucapkan eomma JB tadi.


*Acara pertunangannya di skip aja yah. Soalnya author nggak tau acara tunangan itu gimana.


               “Hmm… Cogiyo… Geunde, kenapa tidak ada cincinnya?”Tanya Young Ah karena dari tadi dia tidak diberikan apapun oleh JB.
                “Ini maksudmu?”Tanya JB sambil menunjukkan sebuah cincin yang tergantung di kalung*maksudnya accessories kalungnya itu cincin*
                “Kalung??”Tanya Young Ah.
                “Jae Bum-ssi! Cepat pakaikan!”Ucap eomma Young Ah.
                “Ne ne”Jawab JB lalu memakaikan kalung itu ke Young Ah.
                “Tidak ada kisseu??”Tanya appa Young Ah.
                “Ne?”Tanya JB dan Young Ah berbarengan.
                “Wae? Kau tidak mau Jae Bum?”Tanya appa JB.
                “Sudahlah…. Mungkin dia malu…”Ucap eomma Young Ah.
                “Malu? Memangnya kenapa? Nantikan mereka juga akan menikah.”
                “Itu benar Jae Bum-ssi! Kalian pasti pernah melakukannya kan? Kali ini kalian hanya perlu melakukannya di depan kami.”Ucap appa Young Ah.
                “Appa!!!”Ucap Young Ah setengah berteriak.
                “Hmm… Itu, ajusshi... Sebenarnya kami belum pernah berciuman.”Ucap JB jujur.
                “Mwo?? Belum pernah??!! Wae??”Ucap eomma JB.
                “Aishh… Jang Young Ah… Pasti kau tidak mengizinkannya ya?”Tanya eomma Young Ah.
                “Itu …..”Ucap Young Ah setengah berbisik.
                “Ne! Dia tidak mengizinkanku untuk mengkisseunya anjumma!”Ucap JB.
                “Ya!!”Ucap Young Ah lalu memukul lengan JB.
                “Wae?? Itu benarkan??”Ucap JB.
                “Waeyeo Young Ah? Kenapa kau tidak mau?”Tanya appa Young Ah.
                “Katanya dia baru akan mengizinkanku mengkisseunya kalau kami sudah menikah.”Jelas JB.
                “Setelah menikah??”Tanya appa JB dan appa Young Ah berbarengan.
                “Omo! Kau kejam sekali Young Ah. Tega sekali kau membuat JB menunggu untuk first kiss nya.”Ucap eomma JB.
                “Eomma!!!”Teriak JB karena satu lagi rahasianya terbongkar oleh eommanya sendiri.”
                “First Kiss?? Jadi kau belum pernah….”Young Ah menggantungkan ucapannya lalu tertawa terbahak-bahak.
                “Ya!! Hentikan!!”Teriak JB. Beberapa detik kemudian Young Ah pun berhasil mengontrol dirinya.
                “Mianata….”Ucap Young Ah sambil menahan tawa yang siap meledak kapan saja.  

                “Aishh… Jinjja… Kau sendiri juga belum pernah berciuman kan?”Ucap JB.
                “Ne. Tapi kau telah mengambil Poppo (Ciuman dipipi) pertamaku.”Jawab Young Ah.
                “Ne?”Ucap eomma dan appa JB berbarengan.
                “Ne ajusshi! Anjumma! Dia mencuri poppo pertamaku. Padahalkan itu untuk calon suamiku.”
                “Tapi aku kan calon suamimu paboya!”Ucap JB sambil mendorong kepala Young Ah dengan jari telunjuknya.
                “Ah iya! Aku lupa!!”Ucap Young Ah dengan wajah polosnya.
                “YA!!”Teriak JB. Young Ah pun tertawa geli melihat reaksi JB ketika Young Ah pura-pura lupa kalau JB itu calon suaminya. Dan tiba-tiba saja Young Ah menarik tangan JB hingga tinggi JB sama rata dengannya kemudian Young Ah mencium pipi JB. Sontak hal itu mengagetkan semua orang disana kecuali Young Ah.
                “O!!”Teriak orang tua JB & Young Ah berbarengan. Dan tertawa lepas tidak lama kemudian. Young melakukannya kira-kira selama 5 detik. Ketika Young Ah melepaskan ciumannya, JB pun memegang pipinya. Wajah JB sudah merah bagaikan tomat sedangkan Young Ah hanya tersenyum malu di sebelah JB.


                Entah kenapa Young Ah tidak bisa tidur. Jadi Young Ah memutuskan untuk keluar dari mobil van dan menghirup udara malam yang dingin. Young Ah pun mengeluarkan kalung yang masuk ke dalam bajunya.


                “Cincin apa ini? Kenapa transparan?”Gumam Young Ah sambil melihat ke arah cincin pertunangannya itu.
                “Itu terbuat dari Kristal pabo!”Tiba-tiba JB datang lalu duduk di sebelah Young Ah.
                “Kenapa kau ada disini?”Tanya Young Ah.
                “Aku melihat kau sedang duduk disini sendirian. Jadi aku---“Ucapan JB di potong oleh Young Ah.
                “Ara ara….”Potong Young Ah.
                “Geunde… Kenapa cincin ini polos sekali? Tidak ada ukiran atau hiasan apapun.”Tanya Young Ah.
                “Siapa bilang tidak ada?”Ucap JB.
                “Lihat baik-baik! Jangan lihat luarnya saja. Tapi lihat juga dalamnya.”Lanjut JB.
                “Didalam??”Tanya Young Ah lalu melihat ke bagian dalam cincinnya.
                “O!! Ada sesuatu disini!”Ucap Young Ah.
                “I…mm…. Jae…. Bum….”Gumam Young Ah ketika membaca sebuah tulisan berwarna perak yang hampir tidak terlihat itu.
                “Im Jae Bum?? Ini kan namamu…”Ucap Young Ah.
                “Memangnya kau kira siapa lagi hah?”
                “Aku kira Shin Won Ho”Jawab Young Ah.
                “Mwo??”Ucap JB setengah berteriak.
                “Ne! Sekarang aku fans nya Shin Won Ho! Wekkk!”Ucap Young Ah sambil menjulurkan lidahnya.
                “Kau ini benar-benar fans yang tidak setia!”Ucap JB.
                “Ani… Aku masih menjadi fansmu kok! Begini urutannya : 1.JB, 2.Shin Won Ho, 3.IU,4.Wooyoung, 5.Nchkhun, 6.Junho dan seterusnya.”Ucap Young Ah.
                “Aishh… Fandom mu banyak sekali… Tapi kau tidak boleh mengubah posisiku ne?”Ucap YoungAh.
                “Arrasseo arrasseo…”Jawab Young Ah.
                “Geunde, kenapa cincinnya dijadikan kalung seperti ini?”Tanya Young Ah.
                “Memangnya kau mau memakai cincin disekolah?”Ucap JB balik bertanya.
                “Ah… Benar juga… Kalau aku pakai cincinnya pasti banyak yang bertanya kenapa aku memakainya.”Ucap Young Ah.
                “Ah! Ne! Punyamu mana?”Tanya Young Ah.  
                “Wae??”Ucap JB.
                “Aku ingin melihatnya… Ne? ne? ne?”Ucap Young Ah.
                “Aishh… Tidak semudah itu…”Ucap JB.
                “Ne?”Tanya Young Ah singkat. JB pun menunjuk ke pipinya.
                “Poppo?? Shireo!!”Ucap Young Ah.
                “Ya sudah kalau tidak mau”Ucap JB. Dan tidak beberapa lama kemudian Young Ah pun mengecup singkat pipi JB.
                “Mana??”Tanya Young Ah.
                “Kenapa sebentar sekali?”Ucap JB tidak puas terhadap ciuman Young Ah yang kurang dari 2 detik itu.
                “Aishh kau ini!!”Ucap Young Ah setengah berteriak.
                “Hahaha… Ne ne… Ini!”Ucap JB lalu menunjukkan cincin miliknya.
                “O! Namaku!”Ucap Young Ah ketika melihat namanya tertulis disana.
                “He?? Jadi kau hanya ingin melihat namamu saja?”Tanya JB.
                “Geureom! Memangnya apa lagi…”Ucap Young Ah.
                “Hmm… Dasar… Tapi apakah kau tau alasannya aku memilihkan cincin Kristal transparan yang sangat polos untukmu?”Tanya JB.
                “Jadi kau yang memilihkannya untukku?”Ucap Young Ah balik bertanya.
                “Memangnya kau kira siapa?”
                “Aku kira appaku. Hehehe… Ngomong-ngomong, artinya apa?”Tanya Young Ah.
                “Ini melambangkan hatimu.”Ucap JB.
                “Ne?”Tanya Young Ah.
                “Aku sengaja memesan cincin yang polos tanpa ada hiasan apapun karena itu melambangkan sifat dan hatimu yang neomu neomu neomu super polos! Dan… Namaku yang menjadi satu-satunya hiasan di cincin itu melambangkan di hatimu itu hanya ada aku. Arrasseo?”
                “Woahh… Aku tidak tau kalau tuan muda Im ini sangat romantis… Aku jadi terpesona… Hehehe”Ucap Young Ah.
                “Kau tidak tau seberapa romantisnya aku. Bersiap-siap lah saja nona Jang!”Ucap JB dengan penuh percaya diri.
                “Aku akan menunggunya!”Ucap Young Ah lalu tersenyum manis.
                “Masuklah… Nanti kau akan masuk angin!”Ucap JB kemudian berdiri dan mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Young Ah berdiri.
                “Woopss!!”Ucap Young Ah karena jaraknya dan JB sangat dekat. Karena Young Ah sedang berdiri di tangga mobil van tinggi mereka pun menjadi sama.
                “Kalau didalam drama, seharusnya kita berciuman sekarang.”Ucap JB sambil melihat ke mata Young Ah.
                “Ini kan bukan drama.”Jawab Young Ah.
                “Ahh… Kau benar…”Ucap JB kecewa. Dan tiba-tiba Young Ah mengecup lembut hidung JB. Kali ini agak lama. Mungkin sekitar 8 detik.
                “Kenapa disana?”Tanya JB.
                “Memangnya kau mau dimana hah?”Ucap Young Ah.
                “Tentu saja disini”Jawab JB lalu tiba-tiba mengecup singkat bibir Young Ah.
                “Hahh… Akhirnya aku curi deh… Hehehe”Ucap JB dan tertawa puas. Akhirnya JB mendapatkan ciuman pertama Young Ah.
                “Neo...”Gumam Young Ah sambil memegang bibirnya.
                “Wae?”Tanya JB dengan wajah tanpa dosa.
                “Ya!! Kan sudah aku bilang itu untuk suamiku!”Ucap Young Ah setengah berteriak.
                “Kalau begitu ayo kita menikah!”Ucap JB tanpa ragu.
                “Mwo?? Kau melamarku?!”Tanya Young Ah.
                “Memangnya kau kira apa? Oh iya! Kau tidak punya hak untuk menolak dan kau tidak boleh menolaknya!”Ucap JB.
                “Aishh… Ini namanya pemaksaan!”Ucap Young Ah.
                “Tapi kau suka kan?”Tanya JB lalu tersenyum. Young Ah pun ikut tersenyum bahagia.
                “Aku masuk dulu.”Ucap Young Ah. JB pun hanya tersenyum.


@Besoknya


                Hari ini Young Ah dan JB terlihat lebih ‘akrab’. Walaupun akrab yang dimaksud bukan seperti kata akrab pada umumnya. Ya… Kata akrab disini berarti mereka makin sering bertengkar. Mereka bertengkar seperti anak kecil. 


                “Makan ini!”Ucap JB lalu memasukkan satu buah kimbab utuh ke dalam mulut Young Ah.
                “Ya!! Makan juga ini!!!”Ucap Young Ah kemudian membalas perbuatan JB. Tidak beberapa lama kemudian mereka tertawa lepas melihat wajah orang yang ada di depan masing-masing karena penuh dengan nasi. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari tadi.

                “Sepertinya mereka makin dekat saja…”Ucap appa Young Ah.
                “Ha?? Ne ne … Kau benar…”Jawab appa JB lalu ikut melihat JB dan Young Ah.
                “Bagaimana kalau kita percepat pernikahan mereka?”Tanya appa Young Ah. Appa JB pun kaget mendengarnya.
                “Ne?”Ucap appa JB kaget.
                “Ne… Bagaimana kalau setelah lulus nanti??”Tanya appa JB.
                “Hmm… Tapi sayangnyna JB akan segera ke luar negeri setelah lulus nanti. Dia akan kuliah di luar negri.”Jelas appa JB.
                “Luar negri?? Jurusan apa?”Tanya appa Young Ah.
                “Kalau urusan itu aku serahkan padanya… Tapi, aku sedikit kasihan dengan Young Ah. Dia harus menunggu Jae Bum meyelesaikan kuliahnya.”Ucap appa JB.
                “Apakah kita harus membatalkan perjodohan ini?”Lanjut appa JB. Dan appa Young Ah pun sangat terkejut mendengarnya.
                “Aishh… Jangan bicara begitu… Young Ah akan baik-baik saja…”Ucap appa Young Ah. Dan tiba-tiba JB pun memanggilnya.
                “Ahjussi!!”Panggil JB.
                “Ne?”Tanya appa  Young Ah.
                “Bolehkah aku melakukannya??”Tanya JB. Young Ah yang berada di samping JB pun hanya bingung dengan pertanyaan JB. Tapi kebalikan dari Young Ah, appa Young Ah sangat mengerti apa yang di maksud oleh JB.
                “Hahaha… Ne ne… Tapi jangan lama-lama…”Jawab appa Young Ah.
                “Gomaweo ajusshi!”Ucap JB dan tiba-tiba JB pun langsung mengkisseu Young Ah yang berada di sampingnya.
                “Ya!!! Mwohasseo!!??”Teriak Young Ah ketika JB sudah melepaskan kisseunya.
                “Wae?? Aku sudah mendapat izin dari appamu.”Ucap JB dengan wajah tanpa dosa.
                “APPA!!”Teriak Young Ah.
                “Ajusshi! Bolehkah aku melakukannya lagi”Tanya JB. Appa Young Ah pun hanya tertawa.
                “YA!!”Teriak Young Ah lalu pergi meninggalkan JB. JB pun segera menyusulnya.
                “Ya! Young Ah! Kau mau kemana? Jang Young Ah!!”Panggil JB. Sementara itu, appa Young Ah dan appa JB hanya tertawa.


                Young Ah pergi menuju pinggir sungai. Disana dia menemukan sebuah bangku panjang berwarna putih. Dia pun duduk disana sambil menendang-nendangkan kakinya karena kesal dengan apa yang di lakukan JB tadi. JB berdiri tidak jauh di belakang Young Ah untuk mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Young Ah.


                “JB pabo!!!!”Teriak Young Ah.
                “Aishh!! Dasar namja pabo!! Kenapa aku harus jatuh cinta pada namja pabo seperti itu?!!!”Lanjut Young Ah lagi.
                “Jae Bum Pabo!!!”Teriak Young Ah sekali lagi. Kali ini disertai dengan tendangan yang kuat. Dan karena tendangan Young Ah terlalu kencang, sandalnya sampai terpental ke sungai dan hanyut di bawa air.
                “Aaa!! Sendalku!!!”Ucap Young Ah.
                “Sendalku!!!”Teriaknya. JB pun hanya tertawa melihatnya.
                “Ya!! Apa yang sedang kau lakukan disana??!”Tanya Young Ah.
                “Untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini.”Jawab JB lalu berjalan mendekati Young Ah.
                “Mworago?”Tanya Young Ah masih kesal.
                “Naiklah!”Ucap JB sambil berlutut membelakangi Young Ah, menawari untuk menggendongnya.
                “Shireo!”Jawab Young Ah lalu berjalan menjauhi JB. Tapi tiba-tiba kakinya tersendung batu dan kemudian Young Ah jatuh ke tanah.
                "Aww!!"Teriak Young Ah.
                “Gwenchana??”Tanya JB panik.
                “Kakiku terluka…”Ucap Young Ah sambil menunjukkan lukanya.
                “Gwenchana… Ayo kita kembali”Ucap JB.
                “Mwo? Tapi kakiku terluka…”Kata Young Ah. Dan tiba-tiba JB pun menggendong Young Ah.
                “Ya!! Apa yang kau lakukan?? Cepat turunkan aku!”Teriak Young Ah.
                “Kau mau kakimu menjadi lebih parah??”Tanya JB.
                “Aishh….”Ucap Young Ah lalu kemudian diam. Sesampainya di tempat kedua orang tua JB dan Young Ah mereka langsung di sambut dengan aura kekhawatiran.
                “Omo!! Ada apa?? Kenapa bisa jadi begini??”Tanya eomma JB.
                “Gwenchana??”Kali ini giliran eomma Young Ah yang bertanya. JB pun langsung menurunkan Young Ah ke kursi.
               “Gwenchana eomma…”Jawab Young Ah.
                 “Ada apa??”Tanya eomma JB lagi.
                “Tadi dia melemparkan sandalnya ke sungai”Ucap JB.
                “Mwo?? Kenapa kau melemparkannya ke sungai??”Tanya eomma Young Ah.
                “Ya!! Jae Bum! Kenapa kau tidak menolongnya?”Tanya eomma JB.
                “Aishh… Aku mau menolongnya tadi.. Tapi dia tidak mau. Dan dia tersandung batu sampai berdarah begitu”Jelas JB.
                “YA!!”Teriak Young Ah.
                “Mwo??!”Tanya JB.
                “Aishh…”Ucap Young Ah sambil menatap JB sinis.
                “Aku akan mengambil obat dulu.”Lanjut JB kemudian pergi menuju mobil.”Tidak beberapa lama kemudian JB pun kembali dengan membawa sebuah kotak berwarna putih.
                “Eomma… Anjumma… Biar aku saja yang merawatnya.”Ucap JB.
                “Tidak apa-apa?”Tanya eomma Young Ah pada JB.
                “Ne… Gwenchana… Serahkan ini padaku…”Ucap JB meyakinkan. Akhirnya eomma JB dan eomma Young Ah pun pergi meninggalkan JB dan Young Ah berdua.
                “Hmm… Dasar pabo!”Ucap JB sambil membersihkan luka Young Ah.
                “Mworago??!”Tanya Young Ah.
                “Aku bilang kau pabo!”Ulang JB.
                “Ya!!”Teriak Young Ah.
                “Wae?? Aku benarkan? Mana ada orang yang membuang sendalnya ke sungai…”Ucap JB sambil meniup-niup salep yang sudah di oleskan oleh JB.
                “Aishh… Itu semua karenamu!”Ucap Young Ah.
                “Nega? Karena kau jatuh cinta padaku??”Tanya JB lalu menempelkan plester ke kaki Young Ah. Young Ah pun hanya diam saja.
                “Nah… Sudah selesai!”Ucap JB. Young Ah pun melihat ke arah kakinya yang sudah diobati.
                “Sekarang aku akan mengambil imbalannya.”Ucap JB.
                “Imbalan?”Tanya Young Ah.
                “Geureom! Didunia ini tidak ada yang gratis tau!”Ucap JB.
                “Aishh… Dasar pelit…Tapi aku tidak punya uang…”Jawab Young Ah.
                “Siapa bilang aku menginginkan uangmu?”
                “Lalu kau mau apa?”Tanya Young Ah.
                “Tentu saja ini…”Jawab JB lalu kemudian mengecup pipi Young Ah.
                “Kau ini!! Hmm… Tapi, Jae Bum-ssi… Bolehkah aku bicara sesuatu?”Tanya Young Ah. Sambil melihat ke JB.
                “Mwo?”Tanya JB.
                “Saranghae…”Ucap Young Ah.
                “Ne??”Tanya JB bingung.
                “Ahh… Arraseo arraseo… Sebagai fans kan? Hmm….”Ucap JB lalu berancang-ancang akan pergi.
                “Ani”Ucap Young Ah singkat.
                “Ne?”Tanya JB kaget.
                “Tapi sebagai calon istrimu…”Ucap Young Ah. JB pun membelalakkan matanya.
                “Hmmm….”Gumam JB dan tidak beberapa lama kemudian Young Ah pun menjadi salah tingkah karena ucapannya tadi dan memalingkan wajahnya dari JB.
                “Jinjja?”Tanya JB lalu memegang tangan Young Ah. Young Ah pun hanya mengangguk malu.
                “Akhirnya….”Ucap JB lega lalu kemudian merangkul Young Ah. Tapi saat-saat romatis itu di hancurkan oleh JB yang berteriak memanggil eomma dan appa Young Ah.
                “Ajusshi! Anjumma!”Panggil JB.
                “Ne? Ada apa?”Tanya appa Young Ah.
                “Tadi Young Ah bilang kalau dia----“Ucapan JB terputus karena Young Ah segera menutup mulut JB dengan telapak tangannya.
                “Ya! Ada apa??”Tanya eomma Young Ah.
                “Annio… Tidak ada apa-apa…”Jawab Young Ah.
                “Oohhh…”Ucap appa dan eomma Young Ah lalu melanjutkan aktifitasnya lagi. Young Ah pun melepaskan tangannya dari mulut JB.
                “Ihhh… Jorok!!”Ucap Young Ah melihat tangannya terkena air liur JB dan langsung menggosok-gosokkan telapak tangannya ke lengan baju JB.
                “Asin tau!”Ucap JB. Young Ah pun hanya menjulurkan lidahnya.


                Besoknya Young Ah dan JB pun kembali ke rumah masing-masing. Di perjalan mereka masih saja bertengkar.


                “Jae Bum! Pinjami aku!!”Ucap Young Ah sambil berusaha mengambil PSP yang ada ditangan JB.
                “Shireo!! Salahmu sendiri kenapa tidak membawa PSPmu!”Ucap JB.
                “Aishh!! Aku kan lupa! Cepat berikan padaku!!”Ucap Young Ah. JB pun melepaskan PSPnya hingga Young Ah menabrak kaca yang ada di belakangnya.
                “Aww!! Appo!!”Ucap Young Ah sambil mengelus-elus kepalanya. Sementara itu JB hanya tertawa melihat yeoja di depannya yang sedang meringis kesakitan.
                “Hahaha! Dasar pabo!”Ucap JB.
                “YA!!”Teriak Young Ah tidak terima dan menjitak kepala JB.
                “Aww!! Apa yang kau lakukan?!! Sakit tau!!”Ucap JB.
                “Itu hukuman karena telah menertawakanku!”Jawab Young Ah.
                “Aishh… Itu kan sangat lucu!”
                “Lucu dari mana? Ada yeoja yang kepalanya membentur kaca dan kau bilang itu lucu?!”Tanya Young Ah.
                “Geureom!! Itu sangat lucu!!”Ucap JB lalu menarik hidung mungil Young Ah.
                “Aaaa!!! Lepaskan Jae Bum-ssi!!”Teriak Young Ah. Dan yah begitulah, sepanjang perjalanan pulang diisi oleh pertengkaran nggak jelas antara JB dan Young Ah.


#Satu Bulan Kemudian#



                Hari ini Young Ah ada pelajaran olahraga. Yaitu basket. Young Ah cukup berbakat dalam bidang ini. Kegiatan Young Ah yang awalnya sangat mengasikkan itu kemudian diganggu oleh JB yang datang tidak lama setelah Young Ah menikmati permainannya. Tiba-tiba saja JB merebut bola basket yang ada di tangan Young Ah dan menantang Young Ah.


                “Ya! Pabo! Kau pasti tidak bisa mengalahkanku!”Tantang JB.
                “Aish! Siapa yang kau bilang pabo hah??”Ucap Young Ah lalu kemudian berusaha mengambil bola yang sedang di pantul kan oleh JB.
                “Young Ah! Young Ah!!”Dukung teman-teman Young Ah. Tapi suara supporter Young Ah kalah oleh teriakan-teriakan fans JB yang pastinya jauh lebih banyak. Setengah jam berlalu dan hasilnya adalah Young Ah yang kalah. Young Ah yang kesal pun menjauh dari lapangan basket yang telah dipenuhi oleh fans-fans JB. Saat sedang berjalan di koridor, Young Ah ditabrak oleh seorang siswa. Yah, bisa dibilang tabrakan yang cukup keras hingga mengakibatkan Young Ah terjatuh di lantai. Siswa itu pun langsung menolong Young Ah dan meminta maaf.

                “Mianhae! Mianhae!!”Ucap seorang siswa dan menundukkan badannya Sembilan puluh derajat untuk meminta maaf.
               “Lain kali hati-hati”Ucap Young Ah lalu pergi meninggalkan siswa itu. Tanpa di ketahui oleh Young Ah, kalungnya terjatuh ketika di tabrak siswa tadi.


#SEPULANG SEKOLAH#

 
                Setelah mengerjakan tugas sekolahnya, Young Ah berdiri di depan kaca kamarnya dan menyadari kalau kalungnya sudah hilang.



                “O! Kalungku!!!”Ucap Young Ah panik. Young Ah pun mengobrak-abrik kamarnya.
                “Kalungku! Dimana??!!”Tanya Young Ah pada diri sendiri. Dia pun ingat dengan kejadian tabrakannya tadi di sekolah.

                 “Aa! Koridor!!”Ucap Young Ah lalu kemudian mengambil jaketnya lalu langsung pergi ke sekolah.


Hari sudah sore ketika Young Ah masuk kembali kedalam sekolahnya. Sekolah Young Ah itu tidak pernah di kunci karena gerbangnya tidak di sertai pagar. Melainkan hanya sepasang gapura yang cukup besar. Terlihat beberapa orang siswa yang berada di lapangan sedang mengikuti ekstrakulikuler. Young Ah segera menuju ke koridor tempat dia jatuh tadi. Young Ah mencari dengan sangat pelan karena kurangnya pencahayaan. Sudah 3 jam Young Ah mencari, tapi dia masih saja tidak bisa menemukan kalung *cincin sih sebenernya* pertunangannya itu. Hari pun sudah mulai gelap. Dan jam di tangan Young Ah sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Tubuh Young Ah sudah mulai melemah karena dia belum makan dari siang tadi. Mata Young Ah kini sudah hampir gelap dan beberapa detik kemudian Young Ah terjatuh. Tapi ada seseorang yang menahan tubuhnya ketika dia akan jatuh. Yap! Itu adalah JB. Namja yang selalu datang ketika Young Ah sedang membutuhkan bantuan.


    “J… Jae Bum….”Panggil Young Ah lirih di dalam pelukan JB. Sekarang JB sedang menggendong Young Ah ke ruang kesehatan.
            
    “Aishh… Dasar pabo!!”Ucap JB sambil terus berjalan. Dan ketika sampai di ruang kesehatan, JB langsung membaringkan Young Ah ke ranjang yang ada di sana.
             
   “Tunggulah… Aku akan segera kembali!”Ucap JB lalu kemudian keluar meninggalkan Young Ah yang mulai memejamkan matanya.


    Wajah Young Ah saat itu sangat pucat dan bibirnya memutih. Keringat pun mengucur keluar dari tubuh dingin Young Ah.Tidak beberapa lama kemudian JB kembali dengan membawa beberapa makanan dan obat-obatan.

 
   “Young Ah… Jang Young Ah…”Panggil JB sambil mengelus lembut kepala Young Ah. Akhirnya Young Ah pun membukakan matanya. Tubuhnya masih lemas karena tidak ada energy.
            
    “Ini… Bogo…”Ucap JB sambil memberikan sebungkus roti. Young Ah pun segera mengambilnya dan langsung memakannya. Setelah makan, tubuh Young Ah menjadi sedikit lebih baik.
                “Gomaweo…”Ucap Young Ah pelan.
            
    “Ne… Sekarang kau makan obat ini…”Ucap JB lalu memberikan obat yang dari tadi di pegangnya.
            
    “Obat apa ini?”Tanya Young Ah ragu untuk memakannya atau tidak.
            
    “Vitamin”Jawab JB singkat. Young Ah pun hanya menganggukkan kepalanya pelan dan memakan obat pemberian JB.
            
    “Sudah baikan?”Tanya JB dengan nada sedikit khawatir.
            
    “Hmm… Lumayan…”Jawab Young Ah.
            
    “Syukurlah…”Ucap JB lega.
            
    “Geunde… Apakah kau masih punya roti lagi? Aku masih lapar…”Ucap Young Ah.
            
    “Aishh kau ini…”Ucap JB lalu memberikan beberapa bungkus roti ke Young Ah.
            
    “Ahh!! Gomaweo Jae Bum-ssi!!”Ucap Young Ah gembira.
            
    “ Ne ne ne… Tapi, kenapa kau ada disini?? Anjumma dan ajusshi sangat khawatir tau!”Ucap JB memarahi Young Ah.
            
    “Aishh… Aku kesini bukan tanpa alasan pabo!”Ucap Young Ah membela diri.
            
    “Memangnya ada apa kau kesini?! Seharusnya kau bilang dulu kalau mau pergi kemana, kau hampir membuatku mati karena khawatir pabo!!”Ucap JB sambil meninggikan volume suaranya.
            
    “Kau mengkhawatirkanku??”Tanya Young Ah bingung.
            
    “Tentu saja! Paboya!!”Teriak JB.
            
    “Aishh… Bisakah kau berhenti berteriak?! Kepalaku pusing mendengarnya!”Ucap Young Ah.
            
    “Hahh… Dasar… Sekarang beritau aku kenapa kau bisa ada disini!”Ucap JB.
            
    “Itu karena kalungku hilang…”Jawab Young Ah jujur.
            
    “Maksudmu cincin pertunangan kita ini??”Tanya JB lagi sambil menunjukkan kalung pertunangan Young Ah.
            
    “O!! Kalungku!!”Ucap Young Ah kaget lalu segera merebut kalung itu dari JB.
            
    “Dimana kau menemukannya??!”Tanya Young Ah sambil terus melihat ke arah kalungnya.
            
    “Dikoridor. Tepatnya di dekat loker ku.”Jawab JB.
            
    “Haahhh… Untung saja ketemu…”Ucap Young Ah lega lalu langsung memakainya lagi.
            
    “Memangnya kenapa kalau hilang? Kan kau bisa beli yang baru…”Ucap JB enteng.
            
    “Kau bodoh atau apa sih? Cincin pertunangan atau pernikahan itu tidak bisa di ganti!”Ucap Young Ah menjelaskan.
            
    “Jadi kau harus menjaga cincinmu baik-baik! Arrasseo??”Lanjut Young Ah.
            
    “Aishh… Ara ara…”Ucap JB. Tiba-tiba Young Ah mengkisseu bibir JB. JB pun menjadi kaget dengan surprise kiss dari Young Ah itu.
            
    “Itu hadiah karena kau telah menemukan cincinku. Tadi aku sempat membuat janji pada diriku sendiri, kalau aku akan memberikan ciumanku untuk orang yang menemukan cincinku. Tapi aku bertanya pada diriku sekali lagi untuk menyetujui janji tersebut atau tidak. Karena kau pasti akan marah kalau tau aku berciuman dengan namja lain kan? Ya sudah, aku ubah sedikit janji itu menjadi : Kalau Jae Bum yang menemukannya aku pasti akan memberikan ciumanku padanya.”Jelas Young Ah.
            
    “Jadi kau berencana untuk mencium namja lain? Begitu?”Tanya JB.
            
    “Pada awalnya… Hehehe”Jawab Young Ah.
            
    “Aishh!! Andwae! Kau tidak boleh mengkisseu namja lain selain aku!”Ucap JB.
            
    “Hah??!! Yang benar saja?!”Ucap Young Ah pura-pura tidak setuju. Dan Young Ah pun mengarang sebuah cerita untuk mempermainkan JB.
            
    “Padahal aku tadi hampir mengkisseu seorang namja yang menabrak ku… Huft… Coba tadi kena…”Lanjut Young Ah.
            
    “MWORAGO!!!!!??????”Bentak JB karena marah.
            
    “Joha! Kalau begitu aku akan mengkisseu fansku yang pertama aku lihat setelah keluar dari ruangan ini!”Ucap JB lalu keluar ruangan. Young Ah pun hanya menutup mulutnya kuat-kuat agar JB tidak mendengar suara tertawa Young Ah. Setelah bisa mengontrol emosinya, Young Ah pun menyusul JB keluar ruangan. Young Ah melihat JB berdiri sendirian di depan ruang kesehatan. Sepertinya dia sedang menunggu seorang fans yang akan mendapat kisseu darinya. Tapi sayang, tidak ada satu pun orang di luar.

“Cogiyo…”Panggil Young Ah di belakang JB.
             
“Anda sedang menunggu siapa JB-ssi??”Tanya Young Ah dengan menggunakan bahasa formal. Tiba-tiba JB pun langsung membalikkan padannya dan langsung mengkisseu Young Ah.
            
    “Ya!! Mwohasseo??!!!”Teriak Young Ah.
            
    “Menepati janjiku…”Ucap JB.
            
    “Ne?”Tanya Young Ah bingung.
            
    “Kau fansku kan??”Tanya JB. Young Ah pun menganggukkan kepalanya dua kali.
            
    “Dasar pabo! Kau lupa dengan janji yang barusan aku ucapkan?! Aku akan mengkisseu fans yang pertama aku lihat ketika keluar ruangan itu. Dan kau fans pertama yang aku lihat.”
            
    “Cihh…”Ucap Young Ah.
            
    “Kajja… Kita pulang…”Ajak JB sambil menggandeng tangan Young Ah.
            
    “Ya! Jae Bum! Apa yang kau lakukan?! Kalau ada orang yang melihat bagaimana?”Tanya Young Ah sambil berusaha melepaskan genggaman tangan JB.
            
    “Memangnya kenapa?”Ucap JB acuh tak acuh.
            
    “Aishh…..”Ucap Young Ah lalu kemudian membalas genggaman tangan JB. Ketika JB dan Young Ah sudah sampai di rumah keluarga Jang, appa dan eomma Young Ah sudah menunggu di luar rumah dengan wajah khawatir.

“Young Ah… Gwenchana??”Tanya eomma Young Ah sambil menghampiri putri satu-satunya itu.
            
    “Ne eomma… Gwenchana…”Ucap Young Ah.
            
    “Tadi aku menemukannya di sekolah…”Ucap JB memberi penjelasan.
            
    “Sekolah? Untuk apa kau kesana??”Tanya eomma Young Ah masih dengan nada khawatir.
            
    “Tadi cincinku hilang, jadi aku mencarinya”Jawab Young Ah.
            
    “Aishh kau ini… Kenapa tidak bilang? Kan eomma bisa membantu mencarikannya… Ya sudah, ayo masuk!”Ajak eomma Young Ah.
            
    “Kalau begitu aku pulang dulu…”Ucap JB.
            
    “Kau tidak mau masuk dulu?”Tanya appa Young Ah.
            
    “Ahh… Nanti saja…. Aku ada perlu sebentar…”Ucap JB.
            
    “Ohh… Arasseo… Arasseo…”Ucap appa Young Ah. JB pun pulang ke rumahnya.


Sesampai dikamar, Young Ah langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, ia pun langsung menutup matanya karena terlalu lelah.


#2 TAHUN KEMUDIAN#


Hari ini adalah hari yang sangat special bagi Young Ah karena hari ini adalah hari kelulusannya. Ya! Sekarang Young Ah dan JB sudah resmi lulus dari Senior High School.


    “Ya! Jang Young Ah!!"Panggil JB. Young Ah yang sedang berkumpul dengan teman-temannya pun menoleh ke arah JB.
            
    “Aku ke sana dulu…”Lanjut Young Ah pada teman-temannya lalu berjalan mendekati JB.             
    “Waeyo?”Tanya Young Ah.
            
    “Lihat itu!”Ucap JB. Young Ah pun melihat ke arah yang di maksud JB dengan mengerucutkan bibirnya. Dan tiba-tiba CKREEKK. Eomma JB memfoto mereka. Young Ah pun kaget karena tidak di beritahu kalau dia akan difoto.
            
    “Ya!! Kenapa kau tidak bilang kalau mau di foto?”Ucap Young Ah agak berteriak.
            
    “Kalau aku bilang, kau pasti tidak mau…”Ucap JB.
             
   “Pabo! Siapa bilang aku tidak mau”Ucap Young Ah dengan volume suara yang sangat kecil, tapi JB masih bisa mendengarnya.
            
     “Kalau begitu ayo kita lakukan sekali lagi!”
            
    “Eomma! Satu kali lagi!”Teriak JB.
            
    “Siap ya… Satu… Dua… Ti….”Chu~ JB mengecup lembut pipi Young Ah ketika akan di foto.
                “Ya!!”Teriak Young Ah.
            
    “Teringat sesuatu?”Tanya JB. Muka Young Ah pun langsung memerah di buatnya.#Baca Part 1#


#Satu Bulan kemudian#

  
   “Ya!! Jang Young Ah!”Teriak JB ketika masuk ke dalam kamar Young Ah.
            
    “Ya!! Kau membuatku kaget tau!!”Ucap Young Ah.
            
    “Cepat ganti bajumu!”Perintah JB.
            
    “Waeyo??”Tanya Young Ah heran.
            
    “Aku mau berkencan denganmu”Jawab JB.
            
    “Mworago??”Tanya Young Ah lagi karena bingung.
            
    “Aku bilang aku ingin berkencan denganmu! Sudahlah! Cepat ganti bajumu! Aku akan menunggu di depan!”Ucap JB lalu keluar dari kamar Young Ah.
            
    “Ada apa sih dengan dia?? Aneh… Eh, dia itu memang selalu aneh kan?”Ucap Young Ah pada dirinya sendiri. Young Ah pun mengganti bajunya dan memakai make up tipis lalu kemudian menghampiri JB yang telah menunggunya di luar.
            
     “Kajja…”Ajak Young Ah. JB menatap lama yeoja yang ada di depannya sekarang. Beberapa lama kemudian, mata JB menjadi berkaca-kaca.
            
    “Hmm… Waeyo??”Tanya Young Ah.
            
    “A… Anni…”Ucap JB dengan suara yang sedikit bergetar.
            
    “Kau… Menangis??”Tanya Young Ah ketika melihat mata JB yang hampir meneteskan air mata.
            
    “Ani… Mataku hanya kelilipan”Ucap JB membuat alasan.
            
    “Kajja….”Lanjut JB dan menggenggam tangan Young Ah erat. Seolah dia tidak akan bertemu dengan Young Ah lagi. 15 menit kemudian mereka sampai di tempat pertama kali mereka bertemu. Yap! Dipinggir sungai Han.

   “Kenapa kita kesini lagi??”Tanya Young Ah.
            
    “Aku ingin tempat ini menjadi tempat terakhir kita untuk berkencan selama 1.111 hari kedepan.”Ucap JB.
            
    “Mworago? Memangnya kau akan kemana?”Tanya Young Ah heran.
            
    “Aku akan kuliah di luar negri…”Ucap JB lirih.
            
    “Luar negeri?”Tanya Young Ah lagi.
            
    “Ne… ”Jawab JB.
            
    “Memang kau bisa kuliah di luar negri??”Ucap Young Ah meremehkan.
            
    “Aishh kau ini… Oh iya, selama aku pergi kau jangan mendekati namja lain!”Ucap JB.
            
    “Hah? Yang benar saja… Aku tidak boleh mendekati namja lain selama 1.111 hari? Micheosseo??!”Ucap Young Ah.
            
    “Ya!!”Teriak JB.
            
    “Ne ne … Arraseo… Aku akan menunggumu….”Ucap Young Ah.
            
    “Sore ini aku akan berangkat…”Ucap JB.
            
    “Lama sekali… Kenapa tidak siang ini saja?”Tanya Young Ah pura-pura tidak mempedulikan kepergian JB.
            
    “Sepertinya kau sangat menginginkan kepergianku”Ucap JB.
            
    “Geureom!! Setiap hari selama 3 tahun aku selalu melihatmu. Bahkan lebih sering dari pada aku melihat oreng tuaku sendiri. Dan kini akhirnya aku bisa terbebas dari itu semua… Oh iya, sekarang aku juga bisa mendapatkan namjachingu… Hahahaha… Aku sangat ingin merasakan bagaimana mempunyai seorang namjachingu…”
            
    “Mwo?? Ya! Kau itu punya tunangan dan kau akan menikah 3 tahun lagi!”Ucap JB.
            
    “Mworago? Aku akan menikah 3 tahun lagi?”Tanya Young Ah.
            
    “Geureom! Ketika aku pulang dari luar negeri nanti kita akan segera menikah!!”Ucap JB.
            
    “Mwo?!! Aku kan masih ingin menikmati masa lajangku. Kenapa aku harus menikah denganmu!? Aishh…”Ucap Young Ah.
            
    “Tentu saja kau harus! Karena kau telah membuatku merasakan jatuh cinta! Jadi kau harus bertanggung jawab!”Ucap JB.
            
    “Mworago? Jadi aku cinta pertamamu?? Hahahaha”Tawa Young Ah pecah karena ucapan JB tadi.
            
    “Memangnya cinta pertamamu itu siapa hah?”Tanya JB dengan nada kesal.
            
    “Cinta pertamaku itu Jang Wooyoung oppa yang neomu neomu kyeopta…. Hehehe”Ucap Young Ah.
            
    “Aku menonton drama Dream High dan langsung jatuh cinta padanya… Ahh… Johaeyeo Wooyoungie oppa…”Ucap Young Ah sambil membayangkan wajah Wooyoung.
            
    “Aishh!! Itu bukan cinta pertamamu pabo! Kau itu fansnya! Aishh… Jinjja…”Ucap JB.
            
    “Jinjjayeo?!”Tanya Young Ah polos.
            
    “Geureom!!”Ucap JB meyakinkan.
            
    “Aishh… Eotteokkeh? Kalau begitu, siapa cinta pertamaku?”Tanya Young Ah pada dirinya sendiri.
            
    “Coba kau pikirkan lagi. Orang pertama yang membuatmu berdebar-debar…”Ucap JB.
            
    “Berdebar-debar….”Ulang Young Ah lalu memegang dadanya. Terasa jantungnya berdetak sangat cepat.
            
    “Kemudian… Kalau orang itu mempermainkanmu, mukamu akan sangat merah!”Lanjut JB lagi.
            
    “Mukaku?”Tanya Young Ah sambil memegang wajahnya dan teringat ketika JB mempermainkannya.
            
    “Dan yang terakhir!!”Ucap JB.
            
    “Apa itu?!”Tanya Young Ah penasaran.
            
    “Kau memberikan ciuman pertamamu!”Ucap JB.
            
    “First Kiss?? Itu kan kau yang mencurinya saat kita camping dulu…”Ucap Young Ah.
            
    “Bukan… Bukan yang seperti itu… Kalau itu aku yang duluan melakukannya. Tapi first kiss disini berarti kaulah yang melakukannya duluan…”Jelas JB. Young Ah pun teringat kejadian 2 tahun yang lalu ketika dia memberikan kisseu pada JB sebagai hadiah karena telah menemukan cincin pertunangannya.*Oh iya! Pengumuman buat reader! Syarat-syarat untuk mengetahui first love di atas itu hanya KARANGAN agar nyambung ceritanya! Jadi jangan ditiru ya!!*

    “Kau sudah tau??”Tanya JB. Young Ah pun hanya menganggukkan kepalanya.
            
    “Nuguya?!!”Tanya JB penasaran.
            
    “Kau…”Jawab Young Ah.
            
    “Naega??”Tanya JB heran. Young Ah hanya menganggukkan kepalanya lagi. JB pun tertawa lepas.
            
    “Ya!! Apa yang kau tertawakan?!”Tanya Young Ah kesal.
            
    “Tentu saja kau pabo!”Ucap JB masih tertawa.
            
    “Memangnya apa yang lucu?!”Tanya Young Ah lagi.
            
    “Hahaha… Anni… Anni…”Ucap JB lalu kemudian menghentikan tawanya. JB pun melihat ke jam yang ada di pergelangan tangannya.
            
    “Omo! Pesawatku berangkat 2 jam lagi! Ucap JB kaget.”
            
    “O! Ayo cepat!”Ucap Young Ah lalu menarik tangan JB.


@Airport

   
    “Ingat! Jangan dekati namja lain! Arrasseo?!”Ucap JB ketika dia akan berangkat.
            
    “Ne! Ne! Arrasseo!!”Jawab Young Ah.
            
    “Oh iya! Bersiaplah untuk menjadi nyonya Im ketika aku pulang nanti! Hehehe”Ucap JB.
            
    “Aishh… Sudahlah… Cepat pergi!!”Ucap Young Ah sambil mendorong tubuh JB.
            
    “Ah!! Satu lagi! Setelah 1.111 hari berlalu, kau harus berada di tempat pertama kali kita bertemu tepat pukul 11.11 siang! Arrasseo?!!”Ucap JB.
            
    “Kau ini banyak sekali sih permintaannya!”Ucap Young Ah kesal.
            
    “Kalau begitu aku pergi dulu tunanganku!”Setelah JB mengucapkan kalimat itu, JB pun mengkisseu Young Ah lembut. Kali ini Young Ah sama sekali tidak menolak.
            
    “Jae Bum ayo!”Ucap paman JB.
            
    “Ahh… Ne ajusshi!”Jawab JB.
            
    “Aku pergi dulu!”Ucap JB sambil menunjukkan eye smilenya.
            
    “Ne! Jangan tergoda yeoja lain ne?!”Ucap Young Ah agak berteriak.
            
    “Mana mungkin hal itu akan terjadi! Bye!! Saranghae!”Teriak JB sambil membuat bentuk hati dengan tangannya. Young Ah pun hanya bisa memberikan senyuman yang seakan tidak bisa lepas dari wajahnya. Tapi itu hanya bertahan sebentar. Ketika Young Ah membalikkan tubuhnya, air mata menetes dengan derasnya. Young Ah pun langsung berlari dan memeluk eommanya yang dari tadi berdiri di belakangnya.
            
    “Eomma…. Dia pergi…”Isak Young Ah dalam pelukan eommanya.
            
    “Gwenchana… Dia akan kembali…”Ucap eomma Young Ah menenangkan.
            
    “Kajja kita pulang…”Ajak appa Young Ah. Eomma Young Ah pun menggiring (?) Young Ah ke mobil.


@Home


Young Ah masih saja menangis ketika dia sudah memasuki kamarnya. Tidak beberapa lama kemudian, Young Ah merasakan kepalanya pusing.*Kebanyakan nangis sih LOL*


   “Aduhh… Kepalaku pusing!”Ucap Young Ah sambil memegang kepalanya yang terasa sangat berat bagaikan batu kali (?) *author lebay nih*
            
    “Aishh… Ini pasti karena aku menangisi kepergian Jae Bum pabo itu!”Ucap Young Ah.
            
    “Jae Bum…. Hiks”Ucap Young Ah dan air mata Young Ah pun hampir menetes lagi ketika dia menyebut nama JB.
            
    “Aishh!! Andwae! Andwae! Aku tidak boleh menangis lagi! Atau kepalaku akan tambah sakit! Tegarlah Jang Young Ah!! Fighting!!!”Ucap Young Ah untuk menyemangati dirinya sendiri. Akhirnya Young Ah memutuskan untuk membuat sebuah kalender khusus untuk menunggu kepulangan JB.*Kayak yg dibuat Pil Sook itu loh.. Yang janji 200 hari!*

 
Sementara JB kulaih di luar negeri, Young Ah pun menjadi seorang mahasiswi di Kyunghee University. 1.111 hari pun berlalu dan hari yang dinantikan telah tiba *bahasanyaaa…. U,u*. Terlihat seorang yeoja berambut panjang sedikit ikal*kuntilanak kale* sedang mencoret kertas yang menempel di didinding kamarnya. Yap! Yeoja itu adalah Jang Young Ah yang sedang mencoret angka 1.110 yang telah di buatnya 3 tahun yang lalu. Jujur saja, Young Ah dan JB tidak pernah saling kontak selama 3 tahun terakhir. Selain karena biaya yang mahal#plakk# juga karena kesibukan masing-masing. Ketika menyadari hari yang telah di nanti datang, Young Ah pun langsung mengganti bajunya dan langsung pergi ke tempat pertama kali ia bertemu dengan JB.


    “Ya! Young Ah! Mau kemana kau?! Kita kan akan pergi menjemput Jae Bum di bandara!”Ucap eomma Young Ah.
            
    “Gwenchana eomma… Aku pasti akan bertemu dengannya!”Ucap Young Ah lalu keluar dari rumahnya.
            
    “Aishh… Anak itu benar-benar… Kenapa tingkahnya tidak berubah-berubah sih?”Gumam eomma Young Ah. 


   15 menit kemudian Young Ah telah sampai di pinggir sungai Han. Sekarang sedang musim dingin jadi Young Ah memakai sweater dan syal. Untung saja udaranya tidak terlalu dingin. Sekarang tidak terlalu banyak orang yang berada di pinggir sungai Han karena ini adalah jam kerja, selain itu ini adalah musim dingin, jadi orang-orang lebih memilih untuk berada di dalam rumah. Ketika melihat jam di pergelangan tangannya, Young Ah terkejut karena baru jam 9. Padahal janjinya jam 11.11. Karena malas untuk kembali ke rumah, Young Ah pun memilih untuk duduk di sebuah kursi putih yang cukup panjang. Persis seperti kursi yang ada di tempat campingnya dulu. Karena lelah menunggu, akhirnya Young Ah pun tertidur.


#Pukul 11.11 KST#


Ketika sedang enak-enaknya tidur, Young Ah merasakan kalau dia tidak bisa menghirup oksigen. Young Ah pun langsung bangun dan segera mengambil nafas dalam-dalam. Ketika nafasnya sudah normal, Young Ah pun melihat ada seorang namja yang sedang duduk di sampingnya sambil tertawa geli.



   “Hahaha! Kau masih tidak berubah!! Dasar hidung badut!!”Ucap namja yang ternyata adalah JB itu.
            
    “Ya!! Micheosseo?!! Kau mau membunuhku?!”Teriak Young Ah kesal.
            
    “Hahaha… Mian mian… Salahmu sendiri kenapa tidur disini. Kalau ada seseorang yang berbuat jahat padamu bagaimana?!”Ucap JB.
            
    “Aishh… Kau tidak ingat dengan gelar karateku apa?”Tanya Young Ah tidak mau kalah.
            
    “Memangnya kau masih bisa?”Ucap JB meremehkan.
            
    “Mau mencoba??”Tanya Young Ah lalu mengepalkan tangannya bersiap untuk memukul.
            
    “Eits…. Tidak usah…”Ucap JB.
            
    “Baguslah…”Ucap Young Ah.
            
    “Aishh kau ini…. Tapi apa kau tidak mau memeluk tunangan mu ini?”Tanya JB sambil merentangkan tangannya.
            
    “Cih… Memangnya teletubbies apa?”Ucap Young Ah.
            
    “Kau ini…”Ucap JB kesal.
            
    “Huahh!!! Bogosipheoyeo!! Nan namja!!!”Ucap Young Ah imut lalu memeluk lengan JB.
            
    “Aishh… Sudah kuduga…. Pasti akan begini…”Ucap JB lalu memindahkan tangannya ke bahu Young Ah.
            
    “Na do bogoshipheo….”Lanjut JB sambil merangkul tubuh Young Ah.
            
    “Oh iya! Aku hampir lupa!!”Ucap JB lalu melepaskan pelukannya kemudian mengorek-ngorek (?) isi tasnya.
            
    “Wae?”Tanya Young Ah bingung.
            
    “Nah! Ini dia!!”Ucap JB sambil mengeluarkan sebuah kotak putih.
            
    “Apa itu? Itu cincin ya? Kau mau melamarku??”Tanya Young Ah spontan.
            
    “Aishh kau ini… Tidak bisakah kau membuat suasananya sedikit lebih romantis?”Tanya JB.
            
    “Memangnya kita bisa romantis?”Tanya Young Ah.
            
    “Benar juga… Aishh… Ya sudahlah, kalau begitu mau kah kau menikah denganku?”Tanya JB sambil membuka kotak cincin itu. Beberapa detik kemudian Young Ah menutup kembali kotak itu tanpa mengambil cincin yang ada di dalamnya.
            
    “Mwohasseo?? Kau menolakku?”Tanya JB heran.
            
    “Aku tidak menolakmu…”Jawab Young Ah santai.
            
    “Kalau begitu kenapa kau tidak mau menerimanya?”Tanya JB lagi.
            
    “Aku tidak suka cincinnya!”Ucap Young Ah.
            
    “Kalau begitu cincin seperti apa yang kau suka hah?”Tanya JB kesal.
            
    “Cincin seperti ini!”Ucap Young Ah sambil mengeluarkan kalung yang ada di dalam bajunya.
            
    “Kau masih menyimpannya??”Tanya JB.
            
    “Tentu saja! Aku kan tidak sepertimu yang tidak bisa menjaga barang-barang berharga…”Ucap Young Ah meremehkan.
             
   “Siapa bilang aku tidak bisa menjaganya?! Lihat ini!”Ucap JB lalu mengeluarkan kalung yang ada di dalam bajunya.
            
     “O! Kau juga masih menyimpannya?!”Tanya Young Ah kaget.
            
    “Tentu saja! Aishh… Sudahlah… Yang terpenting sekarang kau mau tidak menikah denganku??”Tanya JB lagi. Young Ah pun memegang dagunya pura-pura berfikir sementara JB sedang berkeringat dingin dengan apa yang akan di ucapkan Young Ah nanti. 1 menit…. 3 menit…. 5 menit…. 10 menit…..

    “Ya!!! Lama sekali!!!!”Teriak JB kesal karena merasa di permainkan oleh Young Ah.
            
    “Hahaha… Mian mian…”Jawab Young Ah.
            
    “Jadi… Apa??”Tanya JB. Dan tiba-tiba Young Ah pun mengkisseu JB. Cukup lama, mungkin 10 detik.
            
    “Apa itu cukup??”Tanya Young Ah.
            
    “Itu lebih dari cukup!”Jawab JB lalu kemudian tersenyum lebar.


@JB Home


    Saat itu orang tua JB dan orang tua Young Ah sedang asik mengobrol di ruang tengah hingga akhirnya JB dan Young Ah tiba-tiba membuka pintu.


    “Eomma!! Appa!! Kami mau menikah besok!!”Teriak dua sejoli itu.
            
    “Ne?!!!!!”Teriak orang tua JB dan Young Ah berbarengan.



THE END